»

#1 of 11 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow MEMILIH BINOCULAR / monocular

MEMILIH BINOKULER

 


Binokular

Binokular adalah alat yang sangat mudah dibawa kemanapun sehingga memungkinkan untuk melihat berbagai objek dengan lebih cepat tanpa harus kerepotan dengan melakukan bongkar pasang. Tapi banyak sekali jenis binokular yang beredar saat ini, sehingga kita harus pintar memilih binokular yang tepat dan sesuai untuk tujuan yang kita inginkan. Jadi, apabila anda ingin membeli binokular untuk stargazing, semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit petunjuk.

Spesifikasi yang pertama harus diperhatikan untuk memilih binokular adalah aperture atau diameter lensa depan binokular. Semakin besar aperture berarti semakin banyak pula lensa mengumpulkan cahaya. Ukuran aperture ini bisa dilihat dari 2 angka yang biasanya tertulis di tiap binokular. Misalnya 7X35, berarti binokular ini berdiameter 35 mm dan memiliki perbesaran (magnification) mencapai 7x. Kebanyakan binokular berdiameter 35mm, akan tetapi untuk keperluan astronomi sebaiknya anda memilih paling tidak binokular yang berdiameter 40mm.

Untuk fungsi perbesaran, sebaiknya kita memilih binokular yang seperti apa? Perlu dipahami bahwa menggunakan binokular seperti menggunakan teleskop refraktor dengan dua mata sekaligus. Sehingga kita harus memperhatikan cara kerja dan kemampuan mata yang unik untuk tiap orang. Secara umum, untuk keperluan astronomi anda bisa memilih binokular dengan magnification 7x. Disarankan pula apabila anda memilih binokular dengan ukuran yang besar, misalnya 10×50, anda harus menggunakan tripod untuk mendapatkan gambar yang lebih stabil dan tajam.

Karena keunikan masing-masing mata tersebut kita harus memperhatikan spesifikasi yang lain. Yaitu exit pupil binokular, yaitu lebar berkas cahaya yang melewati eyepiece binokular. Exit pupil bisa dihitung dengan membagi besarnya aperture dengan perbesarannya. Misalnya, binokular dengan spesifikasi 7×50 memiliki exit pupil sekitar 7mm. Pada umumnya ukuran exit pupil mata manusia pada siang hari adalah 2 mm dan pupil akan membesar ketika menerima lebih sedikit cahaya. Untuk stargazing biasanya digunakan binokular dengan exit pupil sekitar 5mm. Tetapi akan lebih baik apabila exit pupil binokular disesuaikan dengan besarnya pupil mata kita. Sebagai informasi besar pupil mata manusia sangat bergantung pada umur. Secara umum besar pupil mata manusia dengan kondisi sedikit penerangan kurang lebih 7 mm, untuk orang yang berumur 30 tahun ke bawah. Dan sekitar 5 mm untuk 40 tahun ke atas. Apabila kita menggunakan binokular dengan exit pupil yang lebih besar dari ukuran besar pupil mata, cahaya yang datang tidak sepenuhnya dapat diterima oleh mata sehingga mengakibatkan gambar terlihat lebih redup.

Field of View (FOV) atau medan pandang adalah hal yang juga harus anda perhatikan. FOV ini biasanya dikenali dengan berapa derajat besarnya FOV. Secara umum semakin besar FOV berarti medan pandang semakin luas, tetapi perlu diketahui semakin besar perbesaran akan mengurangi besarnya FOV. Kebanyakan binokular memiliki FOV sekitar 6 deg sampai 7 deg.

Satu hal yang sangat penting pula adalah tipe prisma yang digunakan oleh binokular. Terdapat dua tipe prisma yang digunakan, yaitu porro dan roof. Berikut adalah ilustrasi jalannya cahaya dengan dua jenis prisma yang berbeda.

Diagram Porro-Roof.

Untuk keperluan astronomi disarankan anda memilih binokular dengan porro prisma. Binokular dengan kualitas tinggi dibuat dari barium crown glass (BaK-4). Dan akan lebih sempurna apabila coating lensanya Fully multy-coated. Hati-hati jangan memilih binokular dengan coating lensa ruby coated, karena jenis coating lensa ini diperuntukan untuk keadaan yang terang.

Yang terakhir adalah kolimasi, kolimasi dalam pemilihan binokular ini berarti antara optik dan mekaniknya teralign dengan sempurna. Bagaimana cara mengenali binokular yang terkolimasi? Coba gunakan binokular yang akan dipilih dengan mengamati objek yang jauh, dekat, dan objek antara jarak dekat dan jauh. Apabila anda tidak dapat memfokuskan objek-objek tersebut berarti ada masalah kolimasi pada binokular tersebut. Kolimasi binokular juga bisa dilihat dengan cara menfokuskan binokular dengan menutup sebelah mata, apabila kita tidak bisa menfokuskan dengan cara ini berarti ada masalah dengan kolimasinya.

 

TAMBAHAN:

- Lensa Coatings
  

  Ini adalah pelapis diletakkan pada lensa teropong. Setiap merek memiliki jenis sendiri berbagai kualitas. Hal ini mempengaruhi sebagian besar langsung transmisi cahaya dari teropong. Yang berarti dari semua cahaya yang masuk melalui lensa tujuan-berapa banyak keluar ujung lainnya ke mata Anda. Lapisan terutama mencegah pantulan cahaya dari terjadi pada lensa dan prisma. Teropong ujung atas dapat mengirimkan lebih dari 95% cahaya membiarkan lensa objektif.
    Empat jenis utama dalam rangka peningkatan kualitas adalah: Dilapisi, Fully Coated, Multi-Coated, dan Multi-Coated Penuh. Perbedaan antara dilapisi dan dilapisi Sepenuhnya adalah teropong dilapisi memiliki lapisan antireflective hanya pada lensa dan lensa okuler Tujuan, dimana teropong dilapisi sepenuhnya dilapisi di udara setiap permukaan kaca. Multi-Coated teropong memiliki lapisan antireflective beberapa di permukaan masing-masing untuk transmisi cahaya ditingkatkan lebih lanjut.
    Tips: Sebuah lensa objektif besar mempengaruhi seberapa banyak cahaya yang membiarkan ke binocular dan lapisan mempengaruhi seberapa banyak cahaya akan melalui mata Anda. Multi-dilapisi lensa adalah penting sebagai suatu peraturan, tetapi atas kualitas multi-layer coating lensa juga biasanya mahal. Pembeli ekonomi akan menemukan keseimbangan yang baik antara ukuran lensa objektif dan lapisan lensa.

 

 

- Prisma:
    Sistem prisma utama di teropong prisma atap adalah prisma Porro dan. Tanpa prisma gambar terlihat melalui teropong akan terbalik dan dibalik. Prisma atap menyediakan tubuh ramping, ringan namun memerlukan lapisan fase koreksi untuk memberikan gambar yang jelas. Teropong prisma Porro lebih ekonomis namun masih sangat efektif. Porro prisma desain juga menyediakan untuk yang lebih baik tiga dimensi tampilan. BAK-4 (barium crown glass) atau BK7 (boro-silicate glass) kaca umumnya digunakan, Bak-4 adalah kualitas yang jauh lebih baik.
    Tips: Sebuah desain prisma atap lebih ringan dan lebih kompak tetapi untuk mendapatkan kinerja yang sama seperti prisma Porro, Anda mungkin akan membayar lebih untuk itu. Masih banyak dari teropong berakhir yang baru tinggi desain atap prisma.