#2 of 23 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow SENTER TRITIUM SUNWAYMAN M11R TI*DREAM

Price Rp 5.250.000 Beli

SENTER TRITIUM SUNWAYMAN

M11R TI*DREAM
--Global limitation 300pcs
--

Features

● CREE XM-L2 U2 LED, with a lifetime of up to 50,000 hours;
● Output and Runtime of four constant output modes (uses one CR123A)
High: 160 Lumens (1.5hrs) – Mid: 100 Lumens (7.5hrs) Low: - 10 Lumens (168hrs)
Turbo Mode: 398 Lumens (Automatically go to High mode after 3 minutes lighting)
Super Low (Firefly mode): 0.5 Lumen (30days)
Three Flash Modes: Strobe, SOS, Beacon
● Digital Sensor Magnetic Control system, slightly twist the rotator ring to select from different modes
● Constant current circuit, constant output
● Effective range of 130 meters
● Uses one single CR123A (RCR123A/16340) battery
● Working voltage: 0.9~4.2V
● High quality metal reflector maintains great throw distance and spread with an ideal beam pattern
● Dimensions: 75mm (length) x 23.2mm (head diameter)
● Weight:71g(battery excluded)
● TC4 Grade Titanium alloy
● Green Tritium tubes, shining brightly
● Waterproof, in accordance with IPX-8 standard 
● Ultra-clear tempered glass lens resists scratches and impacts
● Tail stand capable- can be used as a candle
● Accessories: Clip, Holster, O-ring, lanyard, titanium clasp

TAMBAHAN:
HANYA DI CETAK 300 pc di dunia

APa sebenarnya Tritium itu? Pada dasarnya, Tritium adalah senyawa Hidrogen yang telah berubah menjadi zat radioaktif secara alami akibat radiasi matahari, sehingga sangat jarang ditemukan di alam. Namun, peneliti telah berhasil membuat Tritium lewat reaksi nuklir.

Tritium buatan manusia bisa dibanderol dengan harga USD 30.000 atau Rp 350 juta tiap gram-nya. Tritium juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi utama PLTN dan generator berbasis neuron.

Radiasi Tritium sejatinya tidak bisa menembus kulit manusia, sehingga tidak terlalu berbahaya saat mengalami kontak dengan tubuh. Tetapi, menghirup atau menelan Tritium akan langsung meradiasi dan meracuni tubuh cukup parah.

Uniknya, zat berbahaya ini bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai lampu 'abadi'. Tritium bisa memancarkan cahaya akibat reaksi kimia ketika dengan dicampur dengan zat lain. Reaksi kimia yang menyebabkan munculnya cahaya itu dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama dan tidak memerlukan sumber energi tambahan lain seperti baterai.

Penggunaan Tritium Pada Jam Tangan

Tritium adalah unsur radioaktif ringan, yang biasa digunakan dalam beberapa jenis jam tangan. Dalam jam tangan yang menggunakannya, tritium diaplikasikan dalam tabung kaca kecil. Bahan ini memiliki kemampuan untuk bersinar tanpa sumber pencahayaan eksternal yang diperlukan untuk “mengisi”nya , seperti Luminova dan bahan luminescent lainnya. Sehingga, ditemukanlah bahan yang ideal untuk jam tangan digunakan di mana cahaya tidak konsisten atau tidak tersedia.Berikut beberapa jenis aplikasi tritium pada jam tangan:

Militer

Misi militer, baik di darat atau laut, sering terjadi dalam gelap. Akibatnya, bahan yang digunakan untuk menerangi sebuah jam tangan militer harus mampu bersinar sendiri. Dengan cahaya hijau Tritium yang mellow sangat cocok untuk lingkungan ini, tidak memerlukan senter atau sumber lain yang mungkin dapat memberikan posisi unit. Jam tangan tersebut akhirnya dapat bersinar untuk waktu yang tidak terbatas, jika perlu anda dapat mngaburkannya dengan lengan atau tali pengikatnya untuk menyamarkan penampilan jam tangan tersebut.

Penyelam

Cahaya hanya menembus sejauh di bawah permukaan air. Tergantung pada kejernihan air, kedalaman air dapat berubah secara dramatis. Tritium dalam jam tangan penyelam yang mampu meringankan masalah ini. Karena penyelam harus rajin dan tepat dengan jumlah waktu yang mereka habiskan pada kedalaman tertentu, sebuah jam yang bersinar dalam gelap dapat menjadi penentu keselamatan. Tritium bersinar di bawah permukaan ketika penyelam mengenakan tangki oksigen dan melawan tekanan air, bahan tritium memungkinkan untuk memberikan penerangan secara konstan.

Jam Tangan Pilot

Selain dilengakapi dengan kompas slide dan chronographs, jam tangan pilot juga menggunakan tritium. Area kokpit memiliki pencahayaan rendah, memberikan pencahayaan yang sangat sedikit selama terbang malam hari. Tritium memecahkan masalah ini dengan memungkinkan pilot untuk memeriksa jam tangannya tanpa mengaktifkan sumber cahaya eksternal yang sementara mungkin merusak pandangannya.

Fashion/Sport

Setiap kali jam tangan memiliki aplikasi praktis militer, selalu ada jam tangan fashion yang meniru tampilannya. Jam ini sering dibuat dari bahan plastik atau bahan yang kurang tahan lama, jam jenis ini pun ada yang menggunakan tritium. Tritium kapsul di arloji adalah penemuan yang baru dalam horological, dan kebaruan tersebut yang diubah menjadi trendi. Versi yang lebih tahan lama dari jenis jam ini adalah yang sering digunakan oleh campers dan outdoorsmen lainnya, seperti pemburu, untuk menyediakan sumber cahaya yang mencolok pada jam tangannya.

 TAMBAHAN

Apa jadinya jika Anda memiliki smartphone dengan baterai yang tidak membutuhkan charging atau bahkan tak perlu diganti untuk jangka waktu yang sangat lama? Jika Anda tertarik dengan baterai seperti itu, mungkin bisa menggunakan baterai yang menggunakan tenaga nuklir.
Sebuah situs di Cina baru-baru ini memajang produk terbarunya, yakni sebuah baterai bertenaga nuklir. Mereka pun mengklaim bahwa baterai tersebut mampu digunakan dalam jangka hingga 20 tahun tanpa pengisian. Mengenai harga, jangan mengharap baterai ini bisa dibeli dengan murah. Untuk bisa mendapatkannya, Anda harus menyiapkan uang sebesar 1.122 USD.

Bahan radio aktif yang digunakan pada baterai ini adalah tritium. Bahan radio aktif yang satu ini diklaim cukup aman. Bahan ini pun biasanya digunakan pada gelang yang bisa menyala dalam gelap.

Selain itu, baterai ini juga mampu bertahan dalam lingkungan dengan suhu mulai dari -50 derajat Celcius hingga 150 derajat Celcius. Tak hanya itu, baterai nuklir ini juga tahan terhadap goncangan ekstreme serta perubahan ketinggian.

TAMBAHAN LAIN :

Jam Alexander Christie Tritium Dipakai Oleh Pasukan TNI didalam Hutan Menjaga Kedaulatan NKRI

"Disebuah jam terpapar sebuah cerita"
Rasanya kalimat diatas pernah kita dengar. Hal yang sama juga terjadi dijam Alexandre Christie Tritium (disingkat saja dengan nama : ACT) atau dikenal dengan nama ACT Night Vision tactical watch. Ketika jam ini dirilis sekitar dua tahun silam, lawan dia dipasar lokal yang memakai teknologi Tritium adalah brand Expedition. Belakangan Expedition Tritium hilang dari pasaran dan ACT masih beredar sampai saat ini dan menjadi satu satunya jam affordable memakai teknologi Tritium di markernya.

Nama AC sebetulnya bukan pilihan favorit dikalangan kelompok horology berat (hobiis dan kolektor jam),
dia dianggap jam urban ngepop, underdog dan disepelekan. Secara jujur saya juga menyepelekan AC tapi kemudian berubah, khususnya dengan jam ACT night vision tactical watch satu ini. Jam AC Tritium inilah yang membuat saya berubah pikiran.

Ceritanya begini,  saya mendengar berita bahwa jam ACT ini dipesan sekian ratus unit untuk diserahkan kepada pasukan TNI yang ada didalam hutan sana, jauh dari peradaban, jauh dari terang benderang listrik dan kemewahan hidup dikota. Banyak memang orang yang meremehkan pekerjaan
tentara yang di-deployed ditengah hutan lebat diperbatasan. Maklum karena tidak tahu jadinya seenaknya saja meremehkan, namun seandainya kita pernah seminggu saja hidup bersama mereka maka kita akan berubah total memberikan respek dan rasa hormat. Mereka ini biasanya dikenal sebagai prajurit ujung tombak unit RECON yang mengawasi secara diam diam kegiatan diperbatasan dihutan. Unit Recon adalah "Unit Hantu", bergerak seperi angin, ada tapi gak punya bentuk konkret. Mereka bergerak diam diam, bekerja perorangan secara terukur, atau unit sangat simpel ramping, tidak boleh diendus org lain, tidak boleh ketahuan jejak kakinya, tidak boleh meninggalkan tanda apapun pernah disana, tidur diatas pohon dengan menggantung seperti ular, bekas makanannya harus dikubur agar tdk terlacak, jagoan infiltrasi, mempunyai daya ingat photographic yang bisa merekam apapun yang dilihat mata tanpa membuat oretan catatan, dll. Mereka memang mirip hantu, ada tapi tidak ada, disana tapi tidak diakui, berubah terus posisinya, dan tidak pernah diketahui dimana dia ada. Bekerja dengan kodisi extrem dan "menjadi sosok hantu" itulah akhirnya dibutuhkan jam yang memang cocok dengan pekerjaannya.


ACT bisa dibilang adalah "kopian dari luminox". Sama sama memakai teknologi Tritium tubes dimarkernya yang bisa berpendar menyala sampai 25 tahun (Tritium adalah tabung yg ditanam dimarker jam, tabungnya berisi debu radioaktif yang akan berpendar menyala sampai 25 tahun lebih), dan seluruh bodinya terbuat dari carbon lite. Water resist ratenya sampai 100m,  ini menjanjikan untuk dipakai scuba diving. Recon dilaut bisa memakai ini karena biasanya pasukan diterjukan sekian kilometer dari garis pantai lalu mereka berenang hanya 1 m dari permukaan air mendekati pantai lalu menunggu waktu penyusupan sambil tidur diair sekian jam lamanya. Jam tritium sangat cocok dipakai unit recon karena mereka tidak boleh menyalakan lampu jam sama sekali untuk melihat waktu, misal dijam spt layar lcd GShock.

Jadi dari cerita diatas ini, siapakah unit RECON yang memesan jam ACT ini? Ahhh sudahlah gak usah disebutkan apa nama unitnya dan dipesan untuk wilayah mana. Biarlah itu menjadi rahasia saja agar posisi mereka tetap aman tidak diketahui banyak org.  Prajurit TNI kita banyak yang jagoan dihutan rimba, dan itu diakui oleh kubu militer negara Barat. Kita saja yang menyedihkan suka meremehkan kemampuan tempur pasukan kita sendiri, dan itu sikap yg memalukan sebagai anak bangsa